
DITEMUKAN MAYAT PEREMPUAN DI PENAMBANGAN PASIR DISTRIK MANIMERI
14/07/2010 08:44:51

BINTUNI - Pada hari sabtu (10/7) masyarkat Bintuni digemparkan dnegan adanya penemuan sesosok mayat perempuan yang telah membusuk. Mayat ditemukan oleh 2 orang warga manimeri di lokasi bekas penambangan pasir Distrik manimeri dalam keadaan yang busuk dan rusak, sehingga edentitas korban sulit dikenali. Kemudian korban berhasil di evakuasi pada minggu (11/10) dini hari. Menurut Kapolres Teluk Bintuni, AKBP. Tri Atmodjo, SIK saat melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) mengungkapkan bahwa kematian korban diduga kuat akibat pembunuhan. Hal ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan medis maupun keterangan korban. Dijelaskan, bahwa korban sejak meninggalkan rumah dlaam keadaan sehat dan tidak memiliki penyakit tertentu. Selain itu lokasi penemuan korban yang berada jauh dari pemukiman serta hasil visum. Mengenai adanya indikasi pemerkosaan, dikatakan masihmenunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta penyidikan lebih lanjut. Untuk saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang yang pertama kali menemukan mayat korban.
Beberapa barang bukti yang ditemukan di TKP adalah pakaian, celana korban, jepit rambut, jaket, celana dalam, dan BH sehingga dapat dipastikan bahwa korban adalah seorang perempuan. Sementara kondisi korban sudah rusak dan terkoyak-koyak yang diduga akibat dimakan binatang buas. Sejumlah bagian tubuh korban seperti tangan, daging, kulit sudah tidak ada, sementara kepala korban telah terpisah dari badan.
Sejak ditemukan mayat, telah ada keluarga yang mengaku keluarga korban dari ciri pakaian dan kalung yang dikenakan. Berdasarkan keterangan keluarga, bahwa korban berinisial TK usia 17 tahun dan telah meninggalkan rumah sejak dua minggu lalu. Keluarga berharap kasus tersebut dapat segera diselesaikan dan pelaku pembunuhan dapat ditemukan untuk mendapatkan hukuman yang seberat-beratrnya.
Sementara dr. Fatrah, petugas medis Puskesmas Teluk Bintuni mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil otopsi luar yang dilakukannya, korban sudah tidak dapat dikenali. Namun memiliki ciri-ciri bahwa korban memiliki rambut yang tidak terlalu panjang, warna kulit telah menghitam, kulit kepala sudah tidak ada sehingga tersisa hanya tengkorak. Namun yang sedkit mengherankan, lanjutnya, bahwa korban mengenakan celana hingga 7 lapis.
Dari hasil olah TKP belum lama ini ditemukan sejumlah barang yang dapat digunakan sebagai alat bukti diantaranya beberapa botol miras, puntung rokok, pecahan helm, bercak darah serta bercajan lainnya yang diduga merupakan air mani atau sperma. (Arimurti)
|