
BBM BERSUBSIDI, MENJADI REBUTAN WARGA
14/07/2010 08:26:42

Bintuni- Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Premium (Bensin.red) dan solar yang dilakukan subsidi sebesar Rp. 4.500,- per liternya oleh pemerintah daerah dan dilakukan penjualannya oleh Agent Premium Minyak dan Solar (APMS) H. Muklis di Lokasi Kampung Baru Bintuni sejak bulan April lalu selalu menjadi rebutan warga. Kejadian ini hanya berlangsung setiap seminggu karena selalu kehabisan stock dengan jumlah 60 ton yang baru diberikan pemerintah. Dan keramaian yang terlihat saat warga tiba berduyun-duyun namun yang dilayani hanya yang menggunakan kendaraan saja (isi ditempat.red), sedangkan yang menggunakan jirigent dan wadah sejenis lainnya tidak dilayani.
Berdasarkan pengumuman Bupati Teluk Bintuni tanggal 15 Maret 2010 nomor : 46/09/BUP-TB/III/2010 kepada APMS H. Muklis dam Masyarakat berdasarkan peraturan Peraturan Menteri Energy dan Sumberdaya Mineral Nomor : 1 tahun 2009 tentang harga eceran bahahan bakar minyak (bbm) jenis minyak tanah (kerosene) bensin premium dan solar ( gas oil) untuk keperluan rumah tangga, usaha kecil, usaha industry, usaha perusahaan transportasi dan pelayanan umum dan Keputusan Bupati Teluk Bintuni Nomor : 6 tahun 2009 tentang penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) bensin premium, minyak solar dan minyak tanah subsidi dan dan non subsidi di Kab. Teluk Bintuni khusus untuk APMS subsidi H. Muklis disesuaikan dari harga lama sebesar Rp. 7.000,-perliter menjadi Rp. 4.500,-- perliternya
Menurut salah satu tenaga kerja APMS H. Muklis saat ditemui, Rabu (07/07) Hasbi, mengatakan bahwa “selama seminggu kami hanya bias melayani 1-2 jam seharinya, dan ini harus dialkukan untuk menjaga kedatangan kapal selanjutnya. Ini pun kami dianjurkan untuk menjual selama 1 jam saja namun antrian yang panjang sehingga menyulitkan kami karena kami hanya bertiga yang ditugaskan untuk melayani masyarakat”.
“Disamping itu selama 1-2 jam tersebut dapat menghabiskan 7-8 drum sehari yang menyebabkan bahan bakar yang diharapkan dapat continu setiap harinya tidak terlaksana dan menyebabkan kami harus menunggu lagi kedatangan kapal selanjutnya. Kapal hanya dapat masuk dalam sebulan sebanyak 4 kali (3 buah kapal.red) saja karena kendala teknis (kerusakan.red)” tuturnya
Menurut kepala Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Kabupaten Teluk Bintuni, Dra. Christine Manibuy, belum lama ini diruang kerjanya mengatakan, bahwa ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melakukan subsisdi BBM agar tidak terlalu tinggi seperti penjualan yang saat ini terjadi yaitu sebesar Rp. 10.000,- perliternya dimasyarakat. Walaupun ini baru merupakan langkah awal dengan pemberian 60 ton namun dapat berjalan dengan baik sehingga kedepan akan menjadi bahan evaluasi. Selain itu menjadi contoh kepada pedagang maupun agent BBM lainnya bahwa dengan harga seperti ini (Rp. 4.500,-. Red) juga masih memberikan keuntungan, sehingga dapat menyesuaikan secara bersama-sama. (ari murti)
|