HOME
       
Username
Password
Ganti password klik disini
PESAWAT TWIN OTTER MERPATI TERGELINCIR DI BANDARA BINTUNI
(18/07/2010 09:05:53)
JNE BAGIKAN 31.061 BUKU UNTUK ANAK-ANAK BINTUNI (18/07/2010 09:04:00)
GARA-GARA VIDEO PORNO ARIEL – LUNA SEORANG SISWI KELAS 4 SD DIPERKOSA HINGGA TEWAS (16/07/2010 08:48:40)
DITEMUKAN MAYAT PEREMPUAN DI PENAMBANGAN PASIR DISTRIK MANIMERI (14/07/2010 08:44:51)
BBM BERSUBSIDI, MENJADI REBUTAN WARGA (14/07/2010 08:26:42)
ATLIT TAEKWONDO BINTUNI MASUK TIM PELATNAS (14/07/2010 08:23:39)
TIM VOLLY PUTRA BINTUNI BERHASIL MEMBOYONG PIALA GUBERNUR CUP (14/07/2010 08:19:30)
DITEMUKAN MORTIR AKTIF SISA PERANG DUNIA II (14/07/2010 08:16:02)
20 POLISI BINTUNI NAIK PANGKAT (14/07/2010 08:14:51)
2 PASANG CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI BINTUNI SIAP BERKOMPETISI PADA PILKADA 2010 (03/07/2010 07:48:39)






MEMBANGUN DENGAN "HATI"
04/02/2009 23:05:55

Bulan agustus 2005 Alfons Manibui terpilih menjadi Bupati Teluk Bintuni provinsi Irian Jaya Barat. Lewat pemilihan yang dilaksanakan secara langsung dan demokratis. Dirinya mengaku siap berjuang demi kesejahteraan masyarakat. Sebagai putra daerah Teluk Bintuni, Alfons Manibui punya tanggung jawab untuk membangun kota Teluk Bintuni. Berbekal pengalaman 2 tahun menjabat sebagai SekDa Teluk Bintuni, alfons mencalonkan diri menjadi Bupati. Dalam menjalankan roda pemerintahannya selalu dilandasi dengan “Hati” dalam melayani masyarakat. “ Yang terpenting bagi saya, untuk menjadi pemimpin adalah Hati. Kita harus punya Hati untuk rakyat dulu, baru yang lainnya itu bisa menyusul “, katanya.

Sebagai kabupaten hasil pemekaran dari Manokwari, Teluk Bintuni belum mempunyai Infrastruktur yang memadai. Kecuali beberapa perangkat pemerintahan setingkat dengan distrik dan kampung yang masih sederhana. Bagi lelaki kelahiran 19 November 1965, kondisi ini justru bisa memberikan nilai positif dalam membangun Teluk Bintuni, karena belum terkontaminasi dengan sistem pemerintahan yang korup.” Kalau kita coba bangun sistem dengan benar, menciptakan landasan baru yang lebih kokoh, dan dilandasi dengan etik moral yang benar, itu akan memiliki potensi keberhasilan yang lebih baik”, katanya.

Sadar masyarakat memerlukan perubahan dan perbaikan, Alfons mencoba duduk bersama masyarakat dalam merumuskan Konsep Pembangunan Teluk Bintuni. Maka lahirlah The Spirit Of Bintuni Baru ( Semangat Menuju Bintuni Baru 2010 ). Semangat yang mendorong perubahan bagi Teluk Bintuni yang dilandasi nilai Etika, yakni semangat kasih, kejujuran, amanah dan kecerdasan. “Saya ingin membawa Bintuni menjadi satu kabupaten baru, tangguh dan kokoh diatas landasan kasih, kejujuran, amanah dan kecerdasan., sehingga memiliki daya saing dan keunggulan- keunggulan tertentu terutama dengan memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam yang sangat besar di Teluk Bintuni ini“, ujarnya ramah.

Begitu terpilih sebagai Bupati, Alfons membuat program kerja 90 hari yang ia bagi dalam 3 Fase.
Fase Pertama Rekonsiliasi, berusaha menyatukan seluruh komponen yang berbeda pandangan dalam politik, keberpihakan, agama dan suku untuk menyamakan persepsi tentang Bintuni. “ Kita mencoba menggabungkan dulu perbedaan-perbedaan ini, supaya kita bisa membangun dalam situasi dan kondisi yang stabil “, ujar lelaki yang hobi memancing ini.

Fase Kedua Revitalisasi pemerintahan, menata kembali fungsi-fungsi pemerintahan dan pejabat aparatur sesuai dengan Filosofi & Etik Moral.

Fase Ketiga adalah melaksanakan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.

Hal nyata yang dilakukan Alfons adalah membangun jalan kota dan subsidi listrik kepada masyarakat yang mencapai 7 milyar setahun. Selain itu, Alfons juga sudah membantu pembangunan perumahan rakyat dan sambungan air bersih. “ inilah hal nyata paling kongkret yang dirasakan oleh masyarakat pada masa 90 hari kerja, dan itulah yang sudah kita lakukan, syukur itu bisa terlaksana ”, papar Alfons.

Pasca 90 hari kerja, Alfons memprioritaskan pembangunan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Maklum seperti umumnya kota-kota di Papua, SDM Teluk Bintuni masih sangat rendah. Padahal SDM sebagai salah satu kunci keberhasilan dalam pembangunan. Walaupun lebih mengedepankan peningkatan SDM, Alfons tetap memperhatikan pembangunan Infrastruktur. Karena tanpa Infrastruktur pengembangan SDM tidak akan berhasil. “ Okelah kalau kita memprioritaskan pada bidang pendidikkan, akan tetapi kalau Infrastrukturnya tidak ada, tidak ada jalan menuju sekolah, tidak ada penerangan yang cukup, bagaimana pendidikkan bisa berlangsung secara benar, kalau semuanya tidak berjalan secara paralel “, tandasnya.

Kebijakan besar yang ditetapkan Alfons dalam peningkatan SDM adalah membebaskan biaya pendidikkan dari TK sampai SMA. Sejalan dengan program wajib belajar 9 tahun. Dana yang dialokasikan untuk program tersebut sebesar 50 milyar. Selain membebaskan biaya, PemDa Teluk Bintuni juga membangun sekolah-sekolah unggulan dan taman bacaan yang tujuannya untuk merangsang minat membaca dan mendorong kecerdasan.

Total biaya yang dikeluarkan Pemda Teluk Bintuni dalam mengsukseskan program pembangunan sebesar 439 milyar. Dana tersebut berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU), dana bagi hasil dari perusahaan, dana dari Provinsi Papua, dana khusus dan PAD.
Alfons berfikir bahwa suatu ketika Sumber Daya akan habis, ia menginginkan, ada suatu perubahan yang berdampak pada masyarakat. Sesuatu yang bisa dijadikan modal untuk hidup. Ia mencontohkan selama sekian puluh tahun eksploitasi dari hasil SDA di beberapa daerah ternyata tidak memberikan manfaat secara langsung terhadap peningkatan kesejahteraan disebabkan karena pengelolaan yang keliru, pengembalian yang tidak tepat kepada masyarakat. fasilitasi dari pemerintah untuk mendorong pemanfaatan hasil tersebut secara bijak pada rakyat tidak terjadi.

“Kita berfikir bahwa kita akan coba melakukan regulasi-regulasi, saya sedang mengupayakan mendapatkan suatu kebijakan khusus dari Menteri Kehutanan untuk pengelolaan kayu, karena saya benar-benar menginginkan daerah itu mempunyai sedikit hak yang lebih, dalam mengatur pengelolaan hasil hutan“, tegas lulusan pasca sarjana Perencanaan dan Manajemen Proyek Ekonomi Kesehatan Universitas Bordeaux II, Perancis ini.
Alfons menambahkan, kalau PemDa Teluk Bintuni bisa mendapatkan hak pengelolaan hutan, Teluk Bintuni tidak perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat karena bisa membangun sendiri dengan hasil hutan.




Kasus PT Freeport di Jayapura menjadi pelajaran yang berharga bagi Alfons dalam mengelola dan memanfaatkan Sumber Daya Alam. Kemitraan dengan perusahaan yang ada di Teluk Bintuni, BP Tangguh yang yang mengelola ladang Gas terus dikembangkan dalam memberdayakan ekonomi masyarakat. Rencana pembangunan pemerintahan daerah dalam mengembangkan masyarakat (Community Development) selalu dikomunikasikan dengan pihak perusahaan, sehingga perusahaan dapat men-support kegiatan pemerintah. Walaupun sebetulnya mengembangkan masyarakat adalah tugas pemerintah. “Apa yang kita peroleh dari sini cukup baik, ada pendidikkan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, micro finance for saving money di beberapa kampung, kemudian penguatan kelembagaan adat dan penguatan HAM”, tegas mantan dosen Perencanaan dan Manajemen di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Cendrawasih.

Selain Gas, Sumber Daya Alam yang sedang dikembangkan dan ditawarkan kepada investor adalah minyak. Teluk Bintuni memiliki beberapa sumur tua yang belum di eksplorasi. Kemudian batu bara yang luas areanya sekitar 57 ribu hektar. Terakhir, daerah ini juga memiliki deposit emas yang cukup besar. Bahkan menurut Alfons, sekarang sedang tahap eksplorasi.

Menjadi Bupati bagi Alfons, bukan segalanya. Kehidupannya tetap sederhana layaknya masyarakat biasa. Ia ingin selalu menyatu dengan masyarakat. Di tengah tugasnya sebagai Bupati, Alfons meluangkan waktunya untuk bertemu masyarakat. Tiap kamis dan jumat masyarakat bisa menemuinya untuk menyampaikan apa saja yang diinginkan. “Sikap hidup saya sehari-hari ya seperti orang biasa, saya dekat dengan rakyat, saya tidak susah untuk ditemui, saya duduk dan makan bersama dengan mereka, saya terima mereka kapan saja. Pemerintahan yang tidak birokratis dan menyayangi rakyatnya tetapi tetap dalam kerangka aturan dan sistem yang berlaku”, tandas Alfons.

Keinginan Alfons untuk selalu dekat dengan masyarakat bukan tanpa pengorbanan. Terkadang istrinya, Harlina Husein, serta ketiga anaknya, Claudia, Carissa dan Carmentio protes karena mereka di nomor duakan.
Lelaki yang sejak kecil ingin menjadi pilot, mencita-citakan Teluk Bintuni ke depan, masyarakatnya berkualitas, bangunan fisiknya terus berkembang dan kota yang maju serta ramah lingkungan.



Peta kependudukan, demografi dan geografi, industri, geologi
FIGURE
Bupati Teluk Bintuni. Drg. Alfons Manibui, DESS
BERTEKAD TUNTASKAN KESENJANGAN
(04/02/2009 23:25:35)
KABUPATEN TELUK BINTUNI
“BERBENAH DIRI MERAJUT MASA DEPAN”
(04/02/2009 23:19:27)
PERIJINAN MUDAH, KEAMANAN KONDUSIF (04/02/2009 23:16:28)
MENYIAPKAN BANDARA BARU (04/02/2009 23:13:49)
DIAWALI DENGAN APARATUR (04/02/2009 23:11:37)
SURGA DI TELUK CENDRAWASIH (04/02/2009 23:01:45)
MULAI DARI APA YANG DIBUTUHKAN RAKYAT (04/02/2009 22:57:51)
BERGERAK PASTI MENGGAPAI MASA DEPAN (04/02/2009 22:51:05)

Copyright ©2010 allright reserved, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, tel. [0955] 31001, e-mail: info@bintunikab.go.id