
OBSESI SANG ANAK ADAT TELUK BINTUNI
08/09/2008 15:43:06
Teluk Bintuni kendati terbilang masi balita yang belum memiliki apa-apa, namun bila ditata secara bijak bukan hal yang mustahil suatu ketika nanti akan tumbuh menjadi sebuah kabupaten yang patut diperhitungkan di bumi pertiwi ini
Pada satu sore di pedalaman Tanah Papua, kala itu salah seorang anak adat Papua dari komunitas adat Teluk Bintuni yang baru saja lulus dari fakultas kedokteran sebuah Universitas terkemuka di tanah air, ia ditugaskan di pedalaman Jayawijaya, kepada seorang sahabatnya dari keluarga Jerman bercerita bahwa ”ia merasa sangat prihatin melihat kondisi masyarakat Tanah Papua khususnya mereka yang bermukin di gunung-gunung dan di wilayah pesisir, mereka tidur di atas bongkahan-bongkahan kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah yang seharusnya dapat memberikan penghidupan yang layak dan kesejahteraan, akan tetapi sangat ironis karena mereka tetap masih berada dalam belenggu tatanan kehidupan yang sangat tertinggal, tandas sang dokter”, hal tersebut seharusnya tidak terjadi kalau saja para petinggi negeri ini, tulus dan mau secara bijak memanfaatkan segala potensi sumber daya di alam Tanah Papua ini untuk mensejahterakan masyarakat adat Papua”.
Menyimak penggalan cerita tersebut, maka tidak heran jikakalau sejak 24 November 2005 lalu seusai ia dilantik sebagai Bupati Kabupaten Teluk Bintuni alumnus fakultas kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar drg. Alfons Manibui, DESS yang beberapa tahun lalu pernah bertutur kepada sahabatnya yang seorang pekerja sosial dari UNICEF, begitu bersemangat mengantar kabupaten Teluk Bintuni untuk menggapai sebuah tatanan kehidupan Bintuni Baru yang damai, maju dan sejahtera.
Berbagai program yang bertautan langsung dengan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia khususnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan derajat kesehatan masyarakaat Teluk Bintuni begitu menyita perhatiannya.
Menurut Alfons Manibui yang selalu tampil dengan penuh kesederhanaan mengungkapkan kepada Mukhlis dari Suara Pesisir bahwa, kedua bidang yang sangat dibutuhkan masyarakat itu harus di-support secara simultan dengan pembangunan sektor ekonomi kerakyatan yang tangguh, dan pengembangan infrastruktur. Infrastruktur tidak bisa dipisahkan karena kalau kita menginginkan pendidikan bisa berjalan baik, kesehatan bisa dilakukan secara efektif serta ekonomi rakyat mau ditingkatkan maka harus ada infrastruktur yang memadai. Tandasnya.
Tentu tidaklah heran bila kedua bidang yakni pendidikan dan kesehatan di Kabupaten teluk Bintuni selalu mendapat prioritas yang sangat itnggi, hal itu tercermin dari besarnya anggaran yang dialokasikan untuk sektor kesehatan dan pendidikan, pada APBD Kabupaten Teluk Bintuni tahun 2007 sektor pendidikan memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 67,06 milyar atau meningkat 65,68% dari tahun sebelumnya sementara untuk bidang pendidikan di alokasikan sebesar Rp 95,071 milyar atau meningkat 102 % dari tahun sebelumnya.
Disamping program percepatan pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan tentunya pemerintahan Alfons Manibui dan H. Akuba Kaitam juga menggalakkan program pembangunan ekonomi kerakyatan.
Berbagai program pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan di Kabupaten Teluk Bintuni yakni penuntasan kesenjangan antara satu kampung dengan kampung lainnya serta antara satu distrik dengan distrik yang lain di Kabupaten Teluk Bintuni, khususnya kesenjangan dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup dasar seperti sandang, pangan dan papan, ini dimaksudkan Alfons Manibui agar rakyat Teluk Bintuni hidup dalam satu tatanan kesetaraan dengan saudara-saudara di kabupaten lain di tanah Papua yang telah lebih dulu maju.
Menurut Bupati Alfons Manibui, dengan program penuntasan kesenjangan ini diharapkan dapat mengantarkan rakyat Teluk Bintuni menjadi rakyat yang maju, sejahtera dan tangguh dalam berbagai asfek kehidupan bermasyarakat.
Apa yang menjadi obsesi sang adat Bupati drg. Alfons Manibui, DESS bersama wakilnya Drs. H. Akuba Kaitam tentu bukanlah hal yang musykil akan terwujud, sebab di kawasan Teluk Bintuni terpendam bongkahan kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah ruah. Di perut bumi Teluk Bintuni terdapat triliunan kaki kubik cadangan gas alam, juga terdapat jutaan barel minyak bumi yang telah diekplotasi sejak jaman Belanda serta batu bara dan emas dengan kualitas terbaik yang kini tengah dieksplorasi.
Segala potensi sumber daya alam tersebut jika dikelolah secara baik sudah barang tentu akan mendatangkan manfaat yang sangat besar bagi kesejahteraan rakyat di Kawasan Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat.
Kabupaten Teluk Bintuni kendati terbilang masi balita yang belum memiliki apa-apa, namun bila ditata secara bijak bukan hal yang mustahil suatu ketika nanti akan tumbuh menjadi sebuah kabupaten yang patut diperhitungkan di belahan bumi pertiwi ini, akan tetapi semua itu akan terwujud manakala didukung oleh tindakan aparatur pemerintah yang tulus dan memiliki komitmen yang kuat untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Teluk Bintuni
(Suara Pesisir Edisi2)
|