|

PASAR DI PELABUHAN MENGGANGU KELANCARAN LALU LINTAS
20/05/2006 16:23:47
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa beberapa lalu telah diadakan pembahasan tentang pemindahan pasar ini. Tanggal 18 Maret dijadwalkan para pedagang telah menempati pasar lama. Pertemuan ini diikuti oleh dinas PEREKDA, kepala distrik, DPRD komisi B, kepala kelurahan, kepala dinas perhubungan dan kepala pasar mengadakan pertemuan. Isi pertemuan itu memutuskan bahwa para pedagang pasar segera dipindahkan ke lokasi pasar baru di Tahiti pada tanggal 18 maret. Sesedah selesai sosialisasi dari dinas terkait dengan dewan yang selanjutnya sosialisasikan lagi kepada para pedagang di pasar.
“Kami dari pemerintahan dan dewan berharap para pedagang secara khusus pedagang sayur dan ikan bisa memahami, karena lokasi pelabuhan adalah milik dinas perhubungan laut”,ujarnya Petrus. Pelabuhan untuk ke depan perlu diperluas dan tidak mengganggu kelancaran aluran penumpang yang datang dan yang berangkat. Termasuk permandangan dan keindahan pelabuhan dari pandangan umum.
Sesudah sosialisasi dengan pedagang pasar tanggal 7 maret dilanjutkan dengan pendataan jumlah pedagang yang menjual sayur dan jual ikan.Bila masih terdapat pedagang yang tidak memiliki lokasi maka akan diarahkan menempati lokasi depan pemakaman umat muslim.selanjutnya terjadi keributan dari pedagang pada tanggal 18 maret, alasannya tidak mau pindah.Lokasi pasar di pelabuhan tidak pas karena itu milik dinas perhubungan laut.
Selama ini daerah pelabuhan menjadi kumuh. Pasar juga salah satu sumber pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembayaran retribusi dari pedagang pasar. Oleh karena itu pemerintah menyediakan salah satu tempat yang cukup strategis sambil menunggu pembangun pasar yang baru.
|
|
|