PROFIL DAERAH

Kabupaten Teluk Bintuni yang lahir pada 9 Juni 2003 lalu, telah mengalami banyak perubahan di berbagai sektor. Dasar berdirinnya Bintuni menjadi kabupaten adalah UU No. 26 tanggal 12 November 2002. Sebelumnya Kawasan Teluk Bintuni adalah kecamatan yang masih bergabung dengan wilayah pemerintahan Kabupaten Manokwari. Tujuan utama pembentukan Kabupaten tersebut adalah untuk mendekatkan pusat pelayanan umum dan mempercepat kesejahteraan masyarakat.
Secara geografis Kabupaten Teluk Bintuni berada antara 1°57’50”LS - 3°11’26”LS dan 1.9.32°44’59” - 134°14’49”BT serta terletak antara pantai selatan kepala burung dan pantai semenanjung Onin yang menghadap ke arah laut Seram di lepas pantai barat Papua dengan luas wilayah 18.637 km2 atau 17,8 % dari seluruh luas provinsi Papua Barat. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten disekitarnya, yaitu :
Sebelah Utara : Berbatasan dengan Distrik Kebar dan Testega Kabupaten Manokwari
Sebelah Timur : Berbatasan dengan Distrik Windesi dan Wasior Kabupaten Teluk Wondama
Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Distrik Kokas Kabupaten Fakfak
Sebelah Barat : Berbatasan dengan Distrik Kokoda dan Aifat Timur Kabupaten Sorong Selatan
Secara Administrasi Pemerintahan Kabupaten Teluk Bintuni awalnya terdiri dari 4 distrik, bertambah menjadi 10 distrik dan saat ini telah mencapai 24 distrik, 2 kelurahan dengan jumlah kampung sebanyak 265 Kampung.
Luas Wilayah 24 Distrik di Kabupaten Teluk Bintuni
No |
Distrik |
Luas ( Km² ) |
Presentasi ( % ) |
1 |
Aranday |
72.00 |
3.07% |
2 |
Aroba |
859.29 |
4.61% |
3 |
Babo |
687.43 |
3.69% |
4 |
Bintuni |
421.76 |
2.26% |
5 |
Biscoop |
789.44 |
4.24% |
6 |
Dataran Beimes |
316.32 |
1.70% |
7 |
Fafurwar |
1,171.00 |
6.28% |
8 |
Kaitaro |
859.29 |
4.61% |
9 |
Kamundan |
572.00 |
3.07% |
10 |
Kuri |
1,611.00 |
8.64% |
11 |
Manimeri |
316.32 |
1.70% |
12 |
Merdey |
789.44 |
4.24% |
13 |
Mesyeta |
451.11 |
2.42% |
14 |
Meyado |
743.69 |
3.99% |
15 |
Moskona Barat |
743.69 |
3.99% |
16 |
Moskona Selatan |
929.62 |
4.99% |
17 |
Moskona Timur |
509.57 |
2.73% |
18 |
Moskona Utara |
679.43 |
3.65% |
19 |
Sumuri |
1,922.00 |
10.31% |
20 |
Tembuni |
1,326.00 |
7.11% |
21 |
Tomu |
572.00 |
3.07% |
22 |
Tuhiba |
263.60 |
1.41% |
23 |
Wamesa |
816.00 |
4.38% |
24 |
Weriagar |
715.00 |
3.84% |
|
Kabupaten |
18,637.00 |
100% |
Berdasarkan kawasan, Wilayah Teluk Bintuni dibagi menjadi tiga jenis kawasan, yaitu :
- 1. Kawasan pesisir yang berada di sekitar teluk dicirikan dengan adanya pantai, muara, dan delta yang ditumbuhi oleh hutan pantai, hutan mangrove, nipah, dan hutan sagu/campuran. Wilayah ini didiami oleh penduduk di distrik Aranday, dan Babo;
- 2. Kawasan dataran rendah yang dicirikan oleh hutan dataran rendah, sungai–sungai, dan delta. Wilayah ini didiami oleh sebagian penduduk di distrik Bintuni;
- 3. Kawasan dataran tinggi yang dicirikan oleh hutan, sungai, dan danau;
Lebih separuh kawasan Kabupaten Teluk Bintuni merupakan dataran rendah dan sisanya 40 persen daerah dengan kemiringan 40-60 derajat hingga pegunungan. Namun secara umum wilayah Teluk Bintuni berbentuk rawa yang ditumbuhi hutan mangrove dan pohon-pohon sagu sedangkan bentuk daratan di Kabupaten Teluk Bintuni adalah landai yang ditumbuhi oleh pepohonan lebat dan di dataran tinggi Teluk Bintuni terdapat gunung yang ketinggiannya bervariasi antara 400 meter - 1700 meter.
Gunung-Gunung di Kabupaten Teluk Bintuni
No |
Nama gunung |
Ketinggian (m) |
Distrik |
1 |
Faumai |
1.476 |
Merdey |
2 |
Ubukai |
1.130 |
Merdey |
3 |
Sigimerai |
1.760 |
Bintuni |
4 |
Wayura |
495 |
Babo |
Sumber : Teluk Bintuni dalam angka 2009 |
Sementara jenis tanah yang terdapat di wilayah Teluk Bintuni terdiri dari jenis tanah organosol di daerah mangrove, alluvium di meander sungai dan daerah tangkapan hujan, gleisol di daerah yang letaknya rendah dan banyak terdapat sumber air, kambiosol dan padsolik di daerah perbukitan, serta jenis tanah renzina dan mediteran di daerah yang berbukit yang berbatu dasar kapur.
|